Rabu, 23 Februari 2011

muri banni j'a

pa d'ara mad'd'a do ke hi
mejad'd'i miha ke ina tana
worawwu do tobo ro hedui
mili ei namada pa kab'a ranga

henge ne ana do naiki
tapulara j'ane ke ro ama
kale miha ke ne nga'a nginu
b'ule d'o dou do ta ruba d'ara

muri bannie j'a..era ma j'i
do ta hae ne ei namada au
era ma j'i do ta wie mengallu d'ara
era ma j'i do ta hore pe alle ne hedui au

DEO do era pa telora di
ad'o do ta j'ani di miha
pe ked'aka koko di hela'u la'u
tade d'ai di la d'ara Rae Deo
pe abu ri di nga ama tana...


(dimalam yg sepi
mama duduk sendiri
raut wajah mencerminkan duka
air mata mengalir di pipi

ingat anak yg masih kecil
tapi sudah di tiggalkan oleh papa
mencari makan seorang diri
tak ada yg bisa menolong

sanjungan ku...kami ada
untuk menghapus semua air mata mu
kami ada utk memberikan kebahagiaan
kami ada utk membuang semua susah mu

Tuhan Maha Pencipta ada ditengah kita
tidak akan tinggalkan kita sendirian
berpelukan kita ber sama2
sampai tiba dalam kerajaanNYA
bertemu kembali dengan papa sayang)

Minggu, 20 Februari 2011

timex

www.timorexpress.com

berita Timor Express

Sabtu, 19 Feb 2011, | 167
Anak NTT Bermusik Pukau Jakarta
JAKARTA,Timex--Anak muda NTT yang memiliki telenta sebagai seniman atau pemusik membuat mereka cukup eksis di tanah rantau Jakarta.

Atas dasar tekad untuk melestarikan seni-budaya NTT di tanah Jawa yang mereka diami kini, kaum muda bumi Flobamora yang tergabung dalam Forum Pemuda Kupang Jakarta (FPKJ) menggelar sebuah acara yang dikemas apik bertajuk "Ngejam Bareng Anak NTT Bermusik" atau ANB. Acara yang dihelat di Flora The Garden Cafe, Kompleks Cafe Hanggar Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (15/2) ternyata memukau warga Jakarta yang ikut menyaksikan kelebihan kaum muda NTT menyuguhkan telenta seni yang mereka miliki.

Beberapa seniman/musisi muda NTT seperti Kena Lango, Daddy Therikh, Nikki Hege, Nia Erni, Miha Balo, Hans Bartels, Ivan Nestorman, Roynaldo Sahadoen, Richad Sili, ILLO Djeer, Vian Dago, Koen, Yos Boleng, Djitron Pah, Lili Meco, Lia Edon, Jack Vendy, Hans Boleng dan Jever the Brocky tampil mempersembahkan kebolehannya di Cafe yang selalu dipadati warga Jakarta itu. Ikut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Penghubung NTT di Jakarta, Berto Lalo.
Berbagai lagu dan tarian khas NTT mewarnai pementasan yang dihelat sejak pukul 18.00 - 21.00 WIB itu.

Ketua Umum FPKJ, Yesaya Z. Mandala, kepada Timor Express usai acara mengatakan even ini digagas FPKJ, yakni sebuah Ormas yang didalamnya terhimpun kaum muda NTT.
Yesaya menjelaskan, even ini digelar dengan sebuah motivasi untuk menyatukan seniman NTT yang selama ini berkiprah sendiri-sendiri ke dalam suatu Komunitas seniman.

Selain itu, ikut serta menumbuhkembangkan, melestarikan budaya seni NTT serta berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat dan daerah NTT melalui memasyarakatkan lagu dan musik NTT secara Nasional dan Internasional. "Keberadaan ANB bentukan FPKJ ini dilandasi oleh kerinduan memiliki komunitas seniman NTT dimana telah memudarnya semangat kolektif seni budaya dan tradisi serta kualitas produksinya," jelas Yesaya.

Yesaya mengungkapkan, tampilan warna musik yang mereka suguhkan malam itu dipadukan antara warna musik tradisional dan modern. Yesaya menjelaskan, upaya untuk menampilkan ciri khas lagu dan musik tradisonal karena mereka ingin menampilkan sesuatu yang beda, misalnya ciri tradisional, isi lagu dan instrumentnya berkarakteristik khas yakni syair dan melodinya menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat serta lebih terikat akan fungsional dalam sosial masyarakat yang mendukung sebuah kebudayaan. Sedangkan lagu dan musik modern karena adanya sentuhan teknologi yang dianggap lebih Beradab dan lebih Maju.

"Lagu dan musik merupakan suatu karya seni (budaya) yang mengekspresikan jiwa si pencipta dan lingkungannya. Namun dalam perkembangannya di masyarakat, terutama kaum muda, ekspresi ini mengalami proses pemiskinan, dan fenomena yang akan merebak adalah reduksi pengertian karya seni berupa lagu dan musik yang luas serta sophisticated ke dalam satu gaya yang sederhana dan trivial, yaitu lagu dan musik kurang bermutu.

Untuk itulah kami mencoba menampilkan ini dengan harapan kekayaan seni budaya NTT ke depan tidak pudar karena kaum mudanya lebih mencintai musik atau budaya modern. Bisa juga terjadi sosialisasi musik dan lagu yang bias pasar, dan industri musik yang menjurus pada pemiskinan suatu budaya seni," papar Yesaya.

Atas dasar ini, demikian Yesaya, ANB hadir pada momentum yang tepat. "Manakala eksklusifisme begitu kental saat ini, ANB diharapkan dapat menjadi Perekat sehingga klaster-klaster eksklusif dapat berubah dan berkembang menjadi collective power (Kekuatan bersama), terutama untuk membangun SDM kita di bidang seni," urai Yesaya.

Diakhir komentarnya, Yesaya berharap momentum ini dapat menjadi sebuah wadah yang bermanfaat, dan ANB bentukan FPKJ harus mampu memanage komunitas ini dengan managemen yang baik/profesional. "ANB harus mampu memproduksi karya seni berkarakter jelas dan berklas, sehingga kita tidak lagi menjadi masyarakat seni yang miskin karya dan inovasi sekaligus dapat diandalkan menjadi kekuatan kolektif seniman NTT masa datang," pungkasnya.

Terpisah, Kepala Kantor Penghubung NTT di Jakarta, Berto Lalo mengaku mengapresiasi langkah yang dibuat FPKJ, dan dia berharap ke depan momen seperti ini terus digelar sehingga kaum muda NTT yang berada ditanah rantau seperti di Jakarta tidak terus disibukkan dengan rutinitasnya, namun ada wadah berkumpul untuk berkreasi dan berinovasi, dan tentunya ikut memberi sumbangsih dalam upaya memajukan NTT tercinta. (aln/fmc)

Anak NTT Bermusik

Ngejam Bareng Anak NTT Bermusik “Luar Biasa” !

RoteOnlineNews- Jakarta, Acara Ngejam Bareng Anak NTT Bermusik – ANB, yang dilaksanakan pada 15 Februari Pukul 15:00 – 21:00 WIB di Jakarta itu Sukses dengan hadirnya Para Pemusik NTT papan atas, Acara perdana grup Anak NTT Bermusik ini merupakan kali pertamanya kolaborasi antara Pemusik NTT dimana terdapat musisi-musisi yang terkenal yang  ikut serta  berpartisipasi dalam acara ini antara lain, IVAN NESTORMAN, ROY SAHADOEN, RICHARD SILI, PACE BLA’ANG, KOTJE BARTELS, HANS BARTELS, NIKKI HEGE, ILLO DJEER, VIAN DAGO, JACK VENDY, KOEN (MATAHARI REGGAE BAND), YOS BOLENG, HANS BOLENG, ALFRED MANEHAT, DADDY THERIK, WILLAS LITTIK, HEPPI RIBERU, PETER BADEODA, DEVIT DE MILLU, KENNA LANGO, BOY CLEMENS, DJITRON PAH, LILI MEKO, VONNY SUMLANG, NIA ERNI BALO, AIDA PEREIRA BELO….dan masih banyak musisi lainnya.
Para Musisi ini mengadakan nge-jam bareng dan berkolaborasi untuk membawakan lagu-lagu NTT juga menunjukkan kebolehan mereka dalam bermusik, Sungguh Mempesona. Acara ini juga dihadiri oleh ratusan penonton dan pendengar diseluruh Pelosok Dunia tentunya para penikmat musik dan mereka yang ingin melihat aksi mereka Live Streaming Via Skype.
Acara kumpul-kumpulnya anak-anak NTT ini  dimotori oleh Hans Bartels, dengan formasi Hans Bartels (vocal), Illo Djeer (guitar), Richard Sili (bass), Vian Dago (keyboard), Hans Boleng (keyboard), Daddy Therik (keyboard)
Pendukung acara “Nge-jam Bareng Anak NTT Bermusik”, Selasa, 15 Februari 2011, di Flora Kafe itu oleh para musisi dan penyanyi, MC, panitia, simpatisan yang membantu kelancaran jalannya acara tentunya, fashion show crews, broadcasting team, para donatur dan para tamu yang semua hadir di acara dan juga yang mengikuti acara ini melalui “live streaming” . Semua apresiasi, kontribusi dan semangat ANB telah menjadikan acara ini menjadi nyata dan luar biasa, meskipun masih merupakan langkah kecil untuk menggapai mimpi yang besar. Dengan segala kelebihan dan kekurangan, ANB mengharapkan masukan dari sahabat ANB sehingga untuk next event yang sudah ada dalam rencana ANB kedepannya dapat terlaksana lebih baik lagi. “Sungguh luar biasa, event semalam, membuktikan bahwa kita semua satu, tanpa memandang siapa saya, siapa dia dan siapa mereka” Kata Boy Clemens, ketika di Konfirmasi Via Skype kepada Tim RoteOnlineNews
… Viva ANB.. Viva NTT… God bless us all…

Minggu, 06 Februari 2011

Rindu Memburu

by Nia Erni Miha Balo on Sunday, February 6, 2011 at 9:53pm
RINDU MEMBURU

oleh Pinondang Situmeang


Pesawat dengan santun mengudara
Peluk, cium masih hangat terasa
Terbayang kedua tangan melambai ria
Selama terbang diangkasa biru


Menuju kampung di Rai Hawu

Bayu petang berbisik dari bibir pantai
Tempat termanis penuh memori
Meninggalkan jejak dua kaki di pasir putih
Karena dia menggendongku erat
Menempelkan hati lekat dibalik punggung
Peluk tangan menusuk tulang rusuk



Air sejuk menyelinap diantara pembungkus aura
Gelak tertawa bersama nona nona desa
Bukan ke kolam yang banyak mata
Tetapi berkecipak disungai cerling bening
Sebening hati mencintainya



Upacara ramai berdandan tenun tradisi
Tatapan mata, senyum tak perduli
Ditengah warna warni hati terasa sunyi
Lelah, sulit mata terpejam tanpa belaiannya
Dari celah jendela kutatap wajahnya di rona bulan
Suara tawanya di BB memelukku lelap



Semakin usia semakin ingin bermanja
Walau percaya bebas kemana suka
Tetapi berpisah sehari terasa rindu sewindu
Ingin selalu berada dekat disisinya

Api cinta tetap membara hingga akhir masa


Rai Hawu, 24 Januari 2011

di tulis untuk Nia Erni Miha Balo...
krn sangat merindukan suami tercinta ketika di Sabu...